Sabtu, 19 April 2008

Reuni Chikung Kylin

Reuni Chikung Kylin Budaya Cabang Bogor tumbuh pesat di Bogor, diikuti lebih dari 500 anggotanya di Sentul Selatan Kabupaten Bogor.

Chikung Kylin adalah sebuah olahraga yang berasal dari Negeri Tiongkok , yakni Ilmu olah Pernafasan yang saat ini menjadi Trend Baru bagi di kalangan orang tua dan eksekutif muda yang sibuk di Bogor.

Di Bogor olah raga ini telah beranggotakan lebih dari lima ribu orang , untuk meningkatkan ilmu pernafasannya para anggotanya, bertempat di Griya Dharma Wulan perkumpulan Chikung Kylin Budaya Cabang Bogor melakukan Reuni yang diikuti lebih dari 500 orang anggotanya.

Reuni kedua menurut Ketua Panitia Penyelenggara- Maulana, kegiatan dimaksudkan untuk silahturahmi sesama anggotadan serta mempelajari gerakan baru dan saling menambah wawasan dan tukar pengalaman sesama anggota.

Dikataka, dengan Ilmu Chkung Kylin seorang yang sudah sampai tikat mahir dapat melakukan pendeteksian satu penyakit dan penyembuhan dengan menyalurkan energi kebagian tubuh yang sakit.

DIakui oleh Maulana, meski tidak dikhususkan untuk membela diri, tetapi Chikung Kylin bukan berarti tidak dapat dipergunakan untuk itu ungkap Maulana kepada RRI .

Menyinggung tentang perkembangan olahragapernafasan ini di Bogor, olahraga pernafasan ini mempunyai prospek cukup baik, terbukti jumlah anggotanya dari waktu-ke waktu terus bertambah dan saat ini telah mencapai sekitar lima ribu orang .

Dalam aksifitas sehari-harinya Perkumpulan Chikung Kylin melakukan pengobatan gratis kepada masyarakat, dan dijadwalkan besok hari Minggu tanggal 20April 2008, pengibatan kembali digelar di Jalan Guntur 21, Kota Bofgor. Pengobatan terbuka bagi umum. Menurut Maulana setiap pengobatan gratis pihaknya melayani tidak kurang dari 140 wargamasyarakat tanpa dipungut bayaran dan ini mendapat sambutan warga Bogor. [Sumber : RRI]

Sabtu, 30 Juni 2007

Tepukan Bak Api Biru Cinta : Pelatihan SEFT Tiga Hari

Kita semua tahu, nyala api yang berwarna biru akan punya daya tahan lebih lama dibanding api merah. Api biru, filosofi cinta yang dianut Kahlil Gibran. Faham cinta pujangga melankolik. yang hingga kematian menjemput tak pernah menemukan sosok pengganti Selma Karami, sang istri. Apalagi May Zeadah, sahabatnya, memilih tetap menjadi sahabat selamanya.

Filosofi cinta biru ini yang menggugah saya untuk menggambarkan riuhnya tepukan yang terus mengalir dari 80-an peserta pelatihan pada Ahmad Faiz Zainuddin – sang Master Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT).

Mulai hari pertama sampai ketiga, tepukan dan apresiasi seperti tak pernah berhenti disampaikan dengan tulus oleh peserta pada Ahmad Faiz. Beberapa kali apresiasi ini membuat sang Master kehilangan kata kata dan tertunduk. Haru.

Secara umum, pelatihan perdana dengan rentang waktu tiga hari ini, berjalan lancar. Peserta juga puas. Biasanya pelatihan dilakukan hanya dua hari. Dan yang lebih penting, semakin bermanfaat. Acara kali ini digelar 22 sampai 24 Juni 2007, bertempat di Sari Pan Pasific, Jakarta.

“Ini hanya soal waktu. Memang sekarang SEFT belum dikenal luas oleh masyarakat. Kalau masyarakat sudah tahu manfaatnya, pasti tidak akan ragu menggunakannya.” Ini komentar dokter Frans Tshai, mahaguru Perguruan Chikung Kylin Budaya Indonesia, satu diantara peserta.

Lelaki kelahiran 1942 ini menuturkan, Ahmad Faiz memang memanfaatkan titik akupuntur, yang semua orang tahu, itu bukan barang baru. Tapi politisi tionghoa ini angkat topi dengan perjalanan panjang Ahmad Faiz ngracik berbagai macam terapi dipadu dengan titik akupuntur, sehingga lahirlah SEFT.

Komentar lain datang dari Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Bogor. “Ini terobosan brilian. Saya ini sudah mengembara dari satu metode pengobatan ke pengobatan yang lain. Dan saya merasa pas dengan SEFT.”

Bahkan pada hari ketiga pelatihan, seorang peserta dengan perawakan sedang, celana kain cingkrang, jenggot sekedarnya, tiba tiba mengangkat tangan dan mengambil mic hanya untuk mengatakan “Ijinkan saya memanggil Pak Faiz, ustadz.”

Alasan orang ini cukup simple, siapapun yang memberikan ilmu walau hanya satu ilmu, maka layak dipanggil guru atau ustadz. Ungkapan ini yang membuat Ahmad Faiz – sang Master tertunduk, terdiam dan akhirnya meminta ijin forum di break beberapa menit. Sepertinya kelembutan hati sang master sedang tersentuh.

Tapi memang tiada gading yang tak retak. Dari banjirnya pujian, sanjungan juga kata yang mengelu - elukan, ada juga kritik. Diantaranya intonasi dialog Ahmad Faiz yang kurang bergelombang. Ini dikeluhkan satu dianatara 80-an peserta yang tak putus putus terkesima dengan tampilan Ahmad Faiz. Dia mengaku sempat tertidur pada sebagian sesi pelatihan.

Kritik ini perlahan menjelma cambuk kecil untuk terus dan terus memperbaiki semua hal, sekecil apapun itu. Sekaligus penegasan, bahwa Ahmad Faiz Zainuddin adalah manusia biasa, yang bukan tanpa kelemahan. Peace!. [Sumber : Logos Institute]

Sabtu, 14 Juni 2003

Alternatif Operasi Wasir : Dengan Latihan Dubur

Meski banyak "orang pintar" yang mengaku dapat menyembuhkan wasir tanpa operasi, tapi jarang yang sungguh-sungguh teruji. Namun, pengakuan Dr Frans Tshai ini barangkali sebuah pengecualian, karena caranya pun cukup dapat dipertanggungjawabkan. Wasir sembuh tanpa operasi? Bukan mustahil. Ikuti saran Dr. Frans Tshai, mahaguru dari Perguruan Chikung Kylin Budaya Indonesia.

Caranya? Lakukan napas perut terbalik, pelan dan halus (tarikan dan embusan napas tidak terdengar). Ketika sedang menarik napas, kempiskan perut. Sebaliknya, lepaskan tegangan pada perut ketika membuang napas. Anda tidak perlu menahan napas, begitu sudah beres menarik napas, buang napas perlahan-lahan. Menarik dan membuang napas dilakukan melalui hidung.

Bersamaan dengan menarik napas, tarik otot-otot dubur ke atas setinggi-tingginya. Rasakan kontraksinya ke atas! Lepaskan tegangan otot dubur bersamaan dengan membuang napas. Lakukan perlahan, sambil tersenyum. Ulangi 9-18 kali, sehingga Anda merasa panas pada dubur. Pada awal latihan, lakukan dengan ulangan paling rendah (9 kali), kemudian tingkatkan pada latihan-latihan berikutnya.

Setiap set latihan tidak boleh lebih dari 18 kali, agar dubur tidak terlalu panas. Latihan ini dapat dilakukan sambil berdiri, duduk, bahkan tiduran. Waktunya bisa kapan saja dan boleh dilakukan di mana saja. Dalam sehari Anda boleh melakukannya beberapa set. Lakukan secara rutin dan rasakan hasilnya. Nah, dicoba ya, siapa tahu, sukses. Gampang,kan? [Sumber : Indonesia Media]