Selasa, 22 Juni 2010
Pengobatan Gratis Melalui Metode Penyembuhan Chikung
Menyadari persoalan kesehatan yang demikian penting, dan mendesak tersebut, maka Perguruan Chikung Kylin Bogor yang dipimpin oleh Dr. Frans Tshai ini, sejak th 1998 berupaya untuk membantu kesehatan masyarakat luas, dengan melakukan kegiatan bhakti sosial, yaitu melakukan terapi kesehatan dan pengobatan kepada masyarakat secara cuma-cuma.
Selama ini, bhakti sosial secara rutin diselenggarakan di Sekretariat Chikung Kylin Bogor di Jl. Guntur No. 21, Bogor, setiap hari Minggu, mulai jam 09.00 WIB - selesai. Selain itu, pada hari Minggu, 4 Juli 2010, mulai jam 09.00 WIB – 13.00, juga akan menyelenggarakan kegiatan bhakti sosial yang sama, bertempat di Gedung Pertemuan St. Pascalis, Jl. Let. Jend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat,. Bagi masyarakat yang ingin hadir dan diterapi kesehatan & pengobatan dengan metode Chikung, dapat menghubungi Chikung Kylin Bogor [HP : 0812. 83110678 – khusus SMS].
Terapi kesehatan dan pengobatan dilakukan dengan metode Chikung. Metode ini memiliki prinsip dasar dengan mengeluarkan membuang energi kotor/negatif yang menjadi sumber sakit-penyakit, dan memasukkan / menggantikan dengan energi bersih /positif. Semoga yang sakit disembuhkan, dan yang sembuh semakin sehat, serta yang sehat menjadi jauh lebih sehat lagi. [Informasi ini sudah dipublikasikan di Harian Kontan [Kamis, 24 Juni 2010] Halaman 23, Harian Investor Daily [Kamis, 24 Juni 2010] Halaman 7, Harian Jurnal Nasional [Kamis, 24 Juni 2010] Halaman 4, dan media lainnya]
Rabu, 09 Juni 2010
Chikung Kylin Budaya Indonesia Tak Sekadar Mengajak Berolahraga

Pagi itu cuaca cerah. Puluhan warga Kelapa Gading berseragam putih tampak melakukan gerakan-gerakan senam. Mereka tengah berlatih senam Chikung Kylin, sebuah metode pengobatan tradisional dari Negeri Tiongkok. Lebih dari sekadar berlatih senam, mereka juga tergabung dalam komunitas bernama Chikung Kylin Budaya Indonesia yang didirikan pada tahun 2007.
Setiap Sabtu, pukul 8.00-9.00 wib, anggota komunitas yang berusia 30 hingga 70 tahun ini berlatih Chikung Kylin di kantor RW 13 Janur Kuning. Mereka percaya Chikung Kylin mampu menyembuhkan segala macam penyakit, bahkan untuk penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan dengan ilmu kedokteran. Tengok pengalaman Maria, satu di antara anggota komunitas ini.
Dulu, Maria terjangkit penyakit yang tidak dikenali jenisnya oleh dunia medis. Pihak rumah sakit yang didatanginya pun ‘angkat tangan’. Bahkan, dokter memvonis penyakitnya tidak dapat disembuhkan. Saat memutuskan bergabung dengan komunitas ini, ia mulai merasakan manfaatnya setelah kali ketiga berlatih Chikung Kylin. “Setiap usai berlatih, saya merasakan tubuh makin bugar dan sehat. Karena saya merasakan manfaatnya secara langsung, saya pun mengajak teman-teman untuk berlatih Chikung Kylin,” ujar Maria, koordinator komunitas ini.
Adalah Dr. Frans Tshai, sosok yang menjadi guru besar sekaligus pelatih utama komunitas ini. Menurutnya, Chikung Kylin merupakan pengobatan yang memanfaatkan energi dari dalam tubuh manusia, atau lebih dikenal dengan istilah chi alias energi vital. Ia menjelaskan, setiap manusia memiliki chi. Dalam Chikung Kylin, chi inilah yang dilatih agar sistem di dalam tubuh menjadi sehat dan jika ada yang sakit bisa diperbaiki.
Lebih jauh Frans menjelaskan, yang membedakan Chikung Kylin dengan aliran chikung lainnya adalah, Chikung Kylin mengombinasikan semua aliran chikung, kemudian diambil yang penting. “Mengapa orang stroke itu tangannya tidak bisa digerakkan? Itu karena chi-nya terblokir. Dengan berlatih Chikung Kylin, chi yang terblokir tersebut akan terbuka dan perlahan bisa digerakkan,” jelas pria yang mendalami Chikung Kylin sejak tahun 1994.
Selain untuk kesehatan dan menenangkan diri, Chikung Kylin pun dapat dimanfaatkan kaum Hawa untuk perawatan kecantikan. Selain itu, Chikung Kylin dapat dipakai untuk mengembangkan potensi dalam diri seseorang yang mempelajarinya. Berdasarkan pengalaman para perlakunya, Chikung Kylin dapat dipakai untuk menyembuhkan seseorang tanpa sentuhan, mendeteksi keberadaan logam dan minyak di dalam tanah, hingga membaca dokumen di dalam lemari. “Natural saja, tidak ada hubungannya dengan mistik atau supranatural. Chikung Kylin mampu menggali potensi seseorang. Manusia itu ibaratnya sebidang tanah, yang jika digali terdapat emas di dalamnya,” ungkap Frans.
Frans berharap, kehadiran komunitas ini tidak hanya untuk kesehatan dan kebersamaan. Lebih dari itu, ia juga menginginkan komunitas ini mampu membentuk pribadi yang bermoral baik bagi seluruh anggotanya. Frans selalu berpesan kepada murid-muridnya agar ilmu yang dia ajarkan mampu membentuk manusia yang bermoral. Harapannya, jika masing-masing pribadi memiliki moral yang baik, maka tidak akan ada pribadi yang terjerumus pada hal-hal yang buruk. [Sumber : Majalah Info Gading].
Sabtu, 19 April 2008
Reuni Chikung Kylin
Chikung Kylin adalah sebuah olahraga yang berasal dari Negeri Tiongkok , yakni Ilmu olah Pernafasan yang saat ini menjadi Trend Baru bagi di kalangan orang tua dan eksekutif muda yang sibuk di Bogor.
Di Bogor olah raga ini telah beranggotakan lebih dari lima ribu orang , untuk meningkatkan ilmu pernafasannya para anggotanya, bertempat di Griya Dharma Wulan perkumpulan Chikung Kylin Budaya Cabang Bogor melakukan Reuni yang diikuti lebih dari 500 orang anggotanya.
Reuni kedua menurut Ketua Panitia Penyelenggara- Maulana, kegiatan dimaksudkan untuk silahturahmi sesama anggotadan serta mempelajari gerakan baru dan saling menambah wawasan dan tukar pengalaman sesama anggota.
Dikataka, dengan Ilmu Chkung Kylin seorang yang sudah sampai tikat mahir dapat melakukan pendeteksian satu penyakit dan penyembuhan dengan menyalurkan energi kebagian tubuh yang sakit.
DIakui oleh Maulana, meski tidak dikhususkan untuk membela diri, tetapi Chikung Kylin bukan berarti tidak dapat dipergunakan untuk itu ungkap Maulana kepada RRI .
Menyinggung tentang perkembangan olahragapernafasan ini di Bogor, olahraga pernafasan ini mempunyai prospek cukup baik, terbukti jumlah anggotanya dari waktu-ke waktu terus bertambah dan saat ini telah mencapai sekitar lima ribu orang .
Dalam aksifitas sehari-harinya Perkumpulan Chikung Kylin melakukan pengobatan gratis kepada masyarakat, dan dijadwalkan besok hari Minggu tanggal 20April 2008, pengibatan kembali digelar di Jalan Guntur 21, Kota Bofgor. Pengobatan terbuka bagi umum. Menurut Maulana setiap pengobatan gratis pihaknya melayani tidak kurang dari 140 wargamasyarakat tanpa dipungut bayaran dan ini mendapat sambutan warga Bogor. [Sumber : RRI]Sabtu, 30 Juni 2007
Tepukan Bak Api Biru Cinta : Pelatihan SEFT Tiga Hari
Filosofi cinta biru ini yang menggugah saya untuk menggambarkan riuhnya tepukan yang terus mengalir dari 80-an peserta pelatihan pada Ahmad Faiz Zainuddin – sang Master Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT).
Mulai hari pertama sampai ketiga, tepukan dan apresiasi seperti tak pernah berhenti disampaikan dengan tulus oleh peserta pada Ahmad Faiz. Beberapa kali apresiasi ini membuat sang Master kehilangan kata kata dan tertunduk. Haru.
Secara umum, pelatihan perdana dengan rentang waktu tiga hari ini, berjalan lancar. Peserta juga puas. Biasanya pelatihan dilakukan hanya dua hari. Dan yang lebih penting, semakin bermanfaat. Acara kali ini digelar 22 sampai 24 Juni 2007, bertempat di Sari Pan Pasific, Jakarta.
“Ini hanya soal waktu. Memang sekarang SEFT belum dikenal luas oleh masyarakat. Kalau masyarakat sudah tahu manfaatnya, pasti tidak akan ragu menggunakannya.” Ini komentar dokter Frans Tshai, mahaguru Perguruan Chikung Kylin Budaya Indonesia, satu diantara peserta.
Lelaki kelahiran 1942 ini menuturkan, Ahmad Faiz memang memanfaatkan titik akupuntur, yang semua orang tahu, itu bukan barang baru. Tapi politisi tionghoa ini angkat topi dengan perjalanan panjang Ahmad Faiz ngracik berbagai macam terapi dipadu dengan titik akupuntur, sehingga lahirlah SEFT.
Komentar lain datang dari Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Bogor. “Ini terobosan brilian. Saya ini sudah mengembara dari satu metode pengobatan ke pengobatan yang lain. Dan saya merasa pas dengan SEFT.”
Bahkan pada hari ketiga pelatihan, seorang peserta dengan perawakan sedang, celana kain cingkrang, jenggot sekedarnya, tiba tiba mengangkat tangan dan mengambil mic hanya untuk mengatakan “Ijinkan saya memanggil Pak Faiz, ustadz.”
Alasan orang ini cukup simple, siapapun yang memberikan ilmu walau hanya satu ilmu, maka layak dipanggil guru atau ustadz. Ungkapan ini yang membuat Ahmad Faiz – sang Master tertunduk, terdiam dan akhirnya meminta ijin forum di break beberapa menit. Sepertinya kelembutan hati sang master sedang tersentuh.
Tapi memang tiada gading yang tak retak. Dari banjirnya pujian, sanjungan juga kata yang mengelu - elukan, ada juga kritik. Diantaranya intonasi dialog Ahmad Faiz yang kurang bergelombang. Ini dikeluhkan satu dianatara 80-an peserta yang tak putus putus terkesima dengan tampilan Ahmad Faiz. Dia mengaku sempat tertidur pada sebagian sesi pelatihan.
Kritik ini perlahan menjelma cambuk kecil untuk terus dan terus memperbaiki semua hal, sekecil apapun itu. Sekaligus penegasan, bahwa Ahmad Faiz Zainuddin adalah manusia biasa, yang bukan tanpa kelemahan. Peace!. [Sumber : Logos Institute]
Sabtu, 14 Juni 2003
Alternatif Operasi Wasir : Dengan Latihan Dubur
Caranya? Lakukan napas perut terbalik, pelan dan halus (tarikan dan embusan napas tidak terdengar). Ketika sedang menarik napas, kempiskan perut. Sebaliknya, lepaskan tegangan pada perut ketika membuang napas. Anda tidak perlu menahan napas, begitu sudah beres menarik napas, buang napas perlahan-lahan. Menarik dan membuang napas dilakukan melalui hidung.
Bersamaan dengan menarik napas, tarik otot-otot dubur ke atas setinggi-tingginya. Rasakan kontraksinya ke atas! Lepaskan tegangan otot dubur bersamaan dengan membuang napas. Lakukan perlahan, sambil tersenyum. Ulangi 9-18 kali, sehingga Anda merasa panas pada dubur. Pada awal latihan, lakukan dengan ulangan paling rendah (9 kali), kemudian tingkatkan pada latihan-latihan berikutnya.
Setiap set latihan tidak boleh lebih dari 18 kali, agar dubur tidak terlalu panas. Latihan ini dapat dilakukan sambil berdiri, duduk, bahkan tiduran. Waktunya bisa kapan saja dan boleh dilakukan di mana saja. Dalam sehari Anda boleh melakukannya beberapa set. Lakukan secara rutin dan rasakan hasilnya. Nah, dicoba ya, siapa tahu, sukses. Gampang,kan? [Sumber : Indonesia Media]